Senin, 29 September 2014

Kebiasaan Menggigit Kuku Berbahaya Bagi Kesehatan

   Kebiasaan menggigit kuku tidak hanya terjadi pada anak-anak saja,melainkan kerap juga terjadi pada orang dewasa.Beberapa orang mungkin suka menggigit kuku karena alasan bosan,cemas,stres atau perilaku kompulsif ( kebiasaan yang berulang-ulang ).Tapi kebiasaan menggigit kuku ternyata bisa membahayakan kesehatan.
   Menggigit kuku menurut kajian pakar kesehatan memang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.menggigit kuku tidak hanya buruk dari sisi higenitas,namun juga dapat memicu timbulnya infeksi pada kulit,meningkatkan resiko terkena infkuenza,serta infeksi lain akibat menyebarnya bakteri dari kuku dan jari.

Gigit Kuku
Gigit Kuku

   Gangguan obsesif konpulsif ( OCD ) sendiri dikenal sebagai salah satu bentuk gangguan kecemasan .OCD dapat menyebabkan seseorang terjebak dalam kebiasaan melakukan sesuatu hal berulang-ulang untuk meredam kecemasannya.Banyak penderita OCD terjebak dalam kebiasaan pemikiran yang membuat dirinya stres,serta ketakutan yang sulit dikendalikan.Mereka terpaksa melakukan ritual tertentu untuk mengendalikan situasi agar mereka kembali nyaman.
   Mereka yang punya kebiasaan menggigit kuku secara obsesif,hal ini tidak serta merta disebabkan oleh kukunya,melainkan faktor lain seperti tekanan atau stres.Dalam beberapa tahun terakhir menggigit kuku belum diklasifikasikan sebagai OCD .Namun,mulai tahun depan penilaian tersebut akan diubah.Mereka yang punya kebiasaan menggigit kuku,mencuci tangan terus menerus atau merasa harus merapikan sepatunya akan dikategorikan sebagai orang yang menderita OCD.
   Disarankan,apabila anda yang termasuk orang yang biasa menggigit kuku,segeralah berkonsultasi dengan dokter atau psikiater.
   Untuk menghentikan perilaku menggigit kuku,anda juga dapat mencoba menghindari penyebab yang memicu kebiasaan tersebut.Misalnya saat anda merasa bosan,cobalah cari cara yang sehat untuk mengatasi stres dan kecemasan.Upayakan untuk memelihara kuku selalu dipotong pendek dan rapi,atau menyibukkan tangan dan mulut dengan aktivitas lain seperti bermain musik atau mengunyah permen karet.